Tampilkan postingan dengan label Berita Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Ini Dia Cara Tradisional Menurunkan Panas Anak yang Sedang Demam Tinggi

Ini Dia Cara Tradisional Menurunkan Panas Anak yang Sedang Demam Tinggi
Anda para orangtua pasti merasa sedih dan panik bila si kecil mengalami panas tinggi. Mungkin Anda juga bingung harus memberikan obat apa untuk si kecil.

Sebagai pertolongan pertama, biasanya orangtua menggunakan obat, seperti parasetamol atau lain-lainnya.
Jika tidak ada obat, mungkin mengompres anak menggunakan handuk yang sudah direncam air hangat.

Namun, pernahkah Anda teringat untuk memberikan obat-obat tradisional kepada si kecil guna menurunkan panas pada anak?

Menurut dr. Adji Suranto, SpA dari Perhimpunan Dokter Indonesia Pengembang Kesehatan Tradisional Timur yang pernah ditemui kompas.com pada 2008, obat tradisional tak kalah ampuh dengan obat lainnya.

Menurutnya, obat-obat tradisional memiliki kelebihan dibanding obat-obatan kimia.
Seperti toksisitasnya relatif lebih rendah, sehingga relatif aman digunakan, terutama untuk anak yang tubuhnya sedang panas. Selain itu, kandungan tanaman obat cukup kompleks dan organis.

Jadinya, obat-obatan tradisional dapat disetarakan dengan makanan. Ini bisa menjadi nilai plus memilih obat tradisional daripada obat kimia sebagai cara menurunkan panas pada anak.

Sebab, diketahui anak-anak tidak begitu menyukai yang namanya obat (baik kimia atau tradisional) karena rasanya yang (mungkin) pahit.

Belum lagi bentuknya yang mungkin tidak terlalu menarik di mata anak-anak. Karenanya, jika obat tradisional bisa disertakan berbarengan dengan makanan, terutama makanan favorit mereka, maka anak-anak bisa mengonsumsinya dengan baik.

Nilai plus lainnya obat tradisional daripada obat kimia sebagai cara menurunkan panas pada anak adalah harganya lebih murah.



Berikut beberapa obat tradisional yang bisa dipilih sebagai cara menurunkan panas pada anak, seperti dilansir Intisari.

1. Kunyit (Curcuma longa)

Kunyit memiliki kandungan minyak atsiri, curcumin, turmeron, dan zingiberen yang bermanfaat sebagai antibakteri, anti-peradangan, dan antioksidan.
Fungsi lainnya selain menurunkan panas pada anak adalah meningkatkan daya tahan tubuh.

2. Temulawak (Curcuma xanthorhiza Roxb)

Bentuk temulawak itu mirip seperti temu putih, hanya warna bunga dan rimpangnya berbeda. Bunga temulawak berwarna putih kuning atau kuning muda, rimpang temulawak berwarna jingga kecokelatan.
Sedangkan bunga temu putih berwarna putih dengan tepi merah dan rimpang bagian dalam temu putih berwarna kuning muda.

Manfaat temulawak bisa sebagai antiperadangan dan antibiotik. Ia juga punya manfaat lain seperti mengobati diare, maag, perut kembung, dan pegal-pegal.

3. Bawang merah (Allium cepa L.)

Nama bawang merah tidak asing, sebab ia sering digunakan sebagai bumbu dapur. Tapi ia juga memiliki kandungan seperti minyak atsiri, sikloaliin, metilaliin, kaemferol, kuersetin, dan floroglusin.
Caranya, kupas bawang merah dan tambahkan minyak kelapa secukupnya. Setelahnya, gunakan pada area lipatan tubuh, seperti ketiak dan paha.

Lalu berapa banyak dosis yang aman untuk anak kita?
Untuk bayi (di bawah usia 1 tahun) gunakan 1/8 dari dosis dewasa. Sementara untuk anak 2 hingga 5 tahun sekitar ¼ dosis dewasa.
Anak 6 hingga 9 tahun sekitar 1/3 dosis dewasa dan anak 10-13 tahun setengah dosis dewasa.(*)
Read More

Tribunnews: GEMPAR!! Ternyata Pakai Behel Gigi itu HARAM? ini Alasannya

Tribunnews: GEMPAR!! Ternyata Pakai Behel Gigi itu HARAM? ini Alasannya

Mungkin kamu sudah tidak asing lagi dengan kalimat kawat gigi atau behel ,, Kawat gigi atau behel (dalam bahasa belanda) atau braces dalam bahasa inggris, merupakan trend terbaru yang menjangkit di tengah remaja Indonesia. Awalnya kawat gigi atau lebih sering di sebut behel merupakan salah satu alternative untuk mengatasi pola gigi yang tidak rata atau menumpuk.




Pola gigi yang tidak rata menyulitkan kita dalam membersihkan sisa-sisa makanan dalam sela-sela gigi yang tersembunyi, untuk memperbaiki mekanisme mengunyah, pencernaan, pengucapan dalam bertutur. Pola gigi juga akan menimbulkan kurangnya percaya diri saat bertemu dengan orang-orang baru di kehidupan kita.Nah,, dalam Hukum Islam bagaimana kah hukum Islam menanggapi soal behel ini?

Bagi umat muslim, sebelum memutuskan untuk menggunakan kawat gigi, ada baiknya mengenali hukum penggunaannya. Pasalnya jika ternyata tidak diperbolehkan agama, kawat gigi hanya akan mempercantik seseorang di hadapan manusia saja, Ia justru dipandang buruk di hadapan Rabb-nya. Berikut hukum menggunakan kawat gigi dalam Islam. Berdasarkan firman Allah SWT dalam surat An-Nisa: 119 dijelaskan bahwa merubah sesuatu yang Allah ciptakan pada diri seseorang adalah sesuatu yang haram dan merupakan bujuk rayu setan.


“Dan akan aku (setan) suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka meubahnya.” (QS. An-Nisa: 119).


“Apapun yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarang bagimu maka tinggalkan lah. Dan bertawakal lah kepada Allah.” (Al-Hasyr:7)
Selain Alquran, Nabi Muhammad juga melarang umatnya mengubah bentuk bagian tubuhnya. Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadis dari Ibnu Mas’ud, ia mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam melaknat perempuan yang mencabut (alisnya), menata giginya agar terlihat lebih indah yang mereka itu merubah ciptaan Allah.


“Allah melakanat para wanita yang mentato dan para wanita yang dibuatkan tato, perempuan yang mencabut bulu pada wajahnya, dan para wanita meminta dirapikan giginya dan para wanita yang merubah-rubah ciptaan Allah.” (HR. Bukhori dan Muslim).

Namun ada pengecualian sehingga penggunaan kawat gigi diperbolehkan oleh syariat. Misalnya saja seseorang dalam keadaan darurat dan mendesak kebutuhan sehingga mengharuskannya memakai kawat gigi. Darurat dalam kategori syariat ini adalah yaitu gigi yang ompong atau gingsul, yang perlu diubah karena sulit mengunyah makanan atau agar berbicara dengan fasih, cacat pada giginya, sehingga membuat orang merasa jijik untuk melihatnya atau permasalahan yang terkait indikasi kesehatan.

Tirmidzi An-Nasai, dan Abu Dawud meriwayatkan sebuah hadis dari Arjafah bin As’ad radhiallahu’anhu, Ia mengatakan, “Hidungku terpotong pada Perang Kullab di masa jahiliyah. Aku pun menggantikannya dengan daun, tetapi daun itu bau sehingga menggangguku. Lal Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menyuruhku menggantinya dengan emas.” (HR. Tirmidzi, An-Nasai, dan Abu Dawud).

Perintah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam kepada ‘Arjafah untuk memperbaiki hidungnya dengan emas merupakan dalil bolehnya memperbaiki gigi. Adapun memperbaiki gigi yang cacat, maka tidak ada larangan untuk menatanya agar hilang cacatnya.Jadi pemakaian kawat gigi diperbolehkan hanya untuk mereka yang giginya dalam keadaan darurat dan mendesak kebutuhan sehingga mengharuskannya memakai kawat gigi. Sementara bagi yang bertujuan memperindah penampilan agar kelihatan cantik dan tampan, maka hukum penggunaan kawat gigi adalah haram.

Demikianlah ulasan mengenai hukum memakai kawat gigi di dalam Islam. Informasi ini disajikan berdasarkan Alquran dan hadist semoga bisa memberi manfaat kepada pembaca setia. Bersyukur adalah cara yang tepat untuk bisa menerima karya indah ciptaan Tuhan yang ada pada tubuh. Karena untuk apa kita terlihat indah dan cantik di hadapan manusia, jika Allah tidak Ridha.

BAGAIMANA PENDAPATMU?
Read More